PRESENTASI EFEKTIF

 


Pengertian Presentasi
Presentasi artinya suatu kegiatan berbicara dihadapan orang poly atau public atau artinya sebuah komunikasi. Presentasi jua merupakan kegiatan pengajuan topik, pendapat dan informasi kepada orang lain. Hal yg diharapkan pada presentasi selain tahu materi yang akan disampaikan juga perlu tahu bagaimana menyampaikan pesan agar simpel dipahami sang audiens. buat itulah perlu dilakukannya persiapan dan jua latihan agar saat melakukan presentasi bisa berjalan dengan efektif.


Kesalahan umum yg Terjadi dalam Presentasi
Kesalahan yang sering terjadi mampu ditimbulkan oleh 2 faktor yaitu :
A. Pengirim Pesan (Komunikator)
- Cepat berbicara tanpa menyusun inspirasi
- Terlalu banyak gagasan, tidak saling bekerjasama
- Pernyataan terlalu pendek
- Mengabaikan pengetahuan pendengar
- tidak merumuskan pesan sesuai sudut pandang penerima

B. Penerimaan Pesan (Komunikan)
- tidak memperhatikan
- Merumuskan jawaban sebelum mendengar lengkap
- Memperhatikan detail, bukan pesan keseluruhan
- Menilai benar salah sebelum paham

Persiapan Presentasi
Sebuah presentasi perlu mempersiapkan langkah-langkah presentasi supaya bisa membangun keefektifan saat berpresentasi, berikut langkah-langkah yg harus dipersiapkan saat sebelum melakukan presentasi yaitu:

1. Analisis situasi,
dengan tahu situasi dalam presentasi akan mempermudah pemberi materi buat mempersiapkan apa yg perlu disiapkan. terdapat dua hal yg perlu diperhatikan dalam menganalisis situasi yaitu
a. jenis dan tujuan presentasi
sebelum melakukan presentasi kita harus lebih dahulu mengetahui jenis atau tema apa yg akan kita bawakan atau kita sampaikan kepada audiens serta apa tujuan dari presentasi yang kita bawakan. Hal ini bertujuan agar ketika kita menyusun materi sinkron dengan apa yang yang diharapkan audiens kita.
b. analisis audiens
analisis audiens sangat diperlukan karena menggunakan kita mengetahui siapa saja audiens yang akan hadir menyaksikan presentasi yang akan kita lakukan kita. Selain itu kita bisa menggunakan bahasa sesuai dengan usia audiens.

2. Tentukan topik
memilih topik yg akan disampaikan pada audiens merupakan hal yg sangat krusial karena menggunakan memilih topik terlebih dahulu maka akan arah pembicaraan akan penekanan terhadap topik yang akan dibahas. dalam menentukan topik ada dua hal yg perlu diperhatikan yaitu
a. pendek-sederhana
Maksud asal pendek serta sederhana yaitu pada penyampaian materi dibuat dengan menggunakan bahasa yg simpel dipahami tak berbelit-belit dan memakai bahasa baku supaya simpel dipahami oleh audiens. waktu menggunakan PowerPoint menjadi media bantu buat menjelaskan perihal suatu topik maka isi setiap slide asal PowerPoint dibuat seringkas dan sesederhana mungkin atau berupa poin-poin saja.
b. arah kentara
dengan memilih topik maka akan diketahui ke mana arah asal presentasi yg akan dilakukan. Topik ialah hal yang sangat dibutuhkan sebelum melakukan presentasi, supaya presentasinya memiliki arah yang jelas. tidak membahas diluar topik yang telah dipengaruhi.

3. Susun kerangka presentasi
Sebelum melakukan presentasi perlu dibuat suatu susunan atau kerangka supaya bisa mempermudah pemateri waktu memaparkan materinya. Sebelum menyampaikan materi perlu dilakukan kegiatan yg bisa menaikkan fokus audiens pada pemberi materi. buat itulah pemberi materi wajib membentuk susunan sebelum, saat serta sehabis menyampaikan materi. pada menyusun kerangka presentasi wajib mengandung dua unsur yaitu:
a. sederhana
Maksudnya yaitu kerangka presentasi didesain sesederhana mungkin agar tidak membuang-buang saat serta audiens tahu materi yang disampaikan.
b. runtut-logis
pada melakukan presentasi harus runtut dan logis hal ini bertujuan agar audiensi tidak galau dalam memahami materi.

4. alat bantu
pada melakukan presentasi membutuhkan alat bantu agar audiens tahu maksud asal apa yg disampaikan pemateri. indera bantu mampu berupa benda, gambar, musik, video, dan alat bantu lainnya.

Format Penyampaian Presentasi
Presentasi yg dilakukan tidak langsung mengungkapkan materi yg akan disampaikan, tetapi pula wajib ada intermeso agar audiens dapatfokus ke materi yang akan disampaikan. Berikut ialah format penyampaian presentasi yang bisa diterapkan:
1. Awali menggunakan cerita pendek atau anekdot
Tanpa dipungkiri bahwa seluruh orang menyukai cerita, menggunakan mengawali presentasi dengan bercerita maka auditions tanpa sadar akan mendengarkan atau memperhatikan pemateri. Hal ini sangat diharapkan karena Jika audiens tertarik dengan cerita yg kita sampaikan maka mereka akan mendengarkannya sampai akhir.
2. Utarakan yg akan anda sampaikan
selesainya membentuk cerita yg selanjutnya yaitu mengutarakan maksud dari presentasi yang dilakukan, menggunakan begitu audiens bisa mengetahui terlebih dahulu tujuan asal kita melakukan presentasi.
3. Sisipkan humor
pada memberikan materi janganlah hanya penekanan buat menyampaikan materi saja namun dapat diselingi menggunakan candaan yg bisa mencairkan suasana.
4. hingga pesan anda
yg selanjutnya yaitu sampaikan pesan yg akan kita sampaikan pada presentasi agar audiens bisa menemukan jawaban dari tujuan yang telah kita jelaskan di awal sebelum melakukan presentasi.
5. Sisipkan humor
Candaan sangat dibutuhkan pada presentasi karena menurut penelitian penekanan seorang hanya bertahan aporisma sekitar 15-20 menit buat itulah perlu dilakukannya intermeso agar audien fokus kembali.
6. Ulangi/simpulkan
Langkah yang terakhir yaitu menghasilkan konklusi asal materi yg sudah kita berikan hal ini bertujuan buat mengulangi atau untuk memperjelas materi yang sudah disampaikan Jika saja terdapat audiens yg saat kita memberikan mereka kurang paham atau kau tidak memperhatikan materi yg sudah dijelaskan.

Mengawali Presentasi
dalam mengawali presentasi ada yg perlu diperhatikan, yaitu:
- Jadikan menjadi peserta (bukan penonton)
- Ceritakan sebuah cerita
- Kutipan Pernyataan/statistik mengejutkan
- Tayangan gambar/tulisan
- Pertanyaan menantang
- Ulasan situasi
- pujian pembicara sebelumnya
- ilustrasi kredibilitas

Mengakhiri Prestasi
waktu mengakhiri presentasi kita juga bisa melakukan sebuah kegiatan, contohnya:
- Rangkuman presentasi
- Anekdot
- Ajakan buat bertindak
- Pertanyaan retorik
- Akhiri mirip waktu memulai
- Garis akbar presentasi lengkap

Feedback Pendengar
buat bisa mengetahui bahwa audiens mengerti apa yang sudah dipresentasikan, bisa melihat dengan melalui:
- kontak mata
- Anggukan dan gelengan kepala
- Eskpresi paras
- Menghadap pada pembicara
- mengatakan “ya”, “aku mengerti” “oh”
- Isyarat antusias, tak bosan, dan tak cemas
- tidak melakukan hal lain
- Menggurangi gangguan asal luar

Komentar