MANAJEMEN KRISIS
Apa itu krisis
Merupakan sebuah kejadian atau proses yang tidak dikehendakinya atau diinginkan karena konsekuensinya tinggi atau berat dan terdapat ketidakpastian dalam pengambilan keputusan memerlukan waktu yang pendek atau segara tetapi krisis dapat meningkatkan perhatian publik. Biasanya krisis kondisi berbahaya, genting, dan sebagainya yang tidak diharapkan untuk terjadi. Sayangnya krisis selalu muncul dalam dinamis kehidupan tak terkecuali pada sebuah organisasi dan perusahaan. Guna mengatai semakin buruknya keadaan, menejemen krisis pun harus segera dilakukan. Krisis adalah situasi pada titik balik yang dapat membuat sesuatu tambah baik atau tambah buruk. Jika dipandang dari kaca mata bisnis pada krisis akan menimbulkan hal – hal berikut :
Ø Intensitas permasalahan akan bertambah
Ø Masalah akan dibawah sorotan publik baik melalui media massa atau informasi dari mulut ke mulut
Ø Masalah akan mengganggu kelancaran bisnis sehari-hari
Adapun pengertian krisis menurut para ahli, yaitu :
Menurut frean-bank (1996) : krisis adalah kejadian besar atau penting dengan hasil yang berpotensi negatif akan mempengaruhi organisasi, perusahaan atau industri, serta masyarakat, produk, jasa atau nama baiknya.
Holsim dan guth (1995) : krisis membawa keterkejutan dan sekaligus mengancam nilai-nilai penting organisasi, dan hanya ada waktu singkat untuk mengambil keputusan.
Proses manajemen krisis
Manajemen memiki bebeapa fase sebagai berikut :
· Pra krisis
Secepat apa pun tindakan yang harus dilakukan dalam mengatasi suasana kritis tidak berarti mengabaikan berbagai langkah persiapan. Fase pra-krisis adalah fase dilakukannya berbagai pencegahan dan persiapan. Tindakan pencegahan melibatkan pencarian cara atau pendekatan untuk mengurangi risiko yang dapat berujung pada krisis. Sementara itu, tindakan persiapan lebih menitikberatkan pada pembuatan rencana manajemen krisis, memilih anggota tim manajemen krisis, termasuk melatih anggota tim sehingga dapat beradaptasi dengan krisis nantinya.
· Respons krisis
Fase ini merupakan saat para seluruh tim manajemen krisis bertindak langsung menangani krisis. Adapun yang respon krisis adalah perkataan maupun perlakukan yang dilakukan oleh manajemen ketika krisis terjadi. Tim humas atau pr organisasi juga memiliki peranan penting dalam situasi ini. Mereka bertugas untuk mendampingi proses dalam menyampaikan pesan ke berbagai pihak atau instansi terkait.
· Pasca krisis
Ketika krisis telah dilalui, organisasi biasanya dapat kembali melakukan kegiatan sebagaimana mestinya. Kendati demikian, tim manajemen krisis tidak lantas berhenti melakukan pemantauan. Organisasi diharapkan dapat tetap memenuhi komitmen yang telah disepakati ketika masa krisis. Jika komitmen tersebut dilakukan, maka perlu adanya informasi berupa pemberitahuan yang disampaikan kepada beberapa pihak terkait atau masyarakat. Di samping itu, pengelolaan krisis tersebut juga diharapkan menjadi dorongan bagi organisasi untuk melakukan persiapan lebih baik bila terjadi krisis di masa mendatang.
Beberapa kesalahan perusahaan saat indentifikasi krisis
® Tidak menjalankan audit yang ketat
® Tidak memiliki perencanaan
® Tidak mengadakan evaluasi setelah krisis
® Meremehkan dampak krisis
® Tidak mengoptimalkan situs web perusahaan
® Tidak berkomunikasi dengan publik
® Mengabaikan krisis
® Mempermalukan media seperti musuh
® Komunikasi eksternal tidak bekerja
® Komunikasi internal tidak efektif
Tahapan krisis
1. Tahap prodromal
Tahap ini merupakan gejala krisis. Berbagai kejadian yang berpotensi menjadi krisis masih diabaikan karena organisasi masih dapat beroperasi seakan tidak terjadi apa-apa. Adapun beberapa contoh gejala krisis antara lain adanya perbedaan pendapat antarmanajemen, adanya tuntutan kenaikan upah, dan sebagainya.
2. Tahap akut
Tahap ini biasanya diindikasikan oleh munculnya berbagai kerusakan, reaksi mulai berdatangan, dan isu-isu mulai menyebar luas. Adapun tantangan utama dalam menangani tahap ini adalah intensitas dan kecepatan serangan yang datang dari berbagai pihak.
3. Tahap kronis
Organisasi telah merasakan dampak pada krisis yang terjadi dan bahkan tidak dapat memprediksi kapan krisis akan berakhir. Di tahap inilah baru sebagian besar organisasi melakukan introspeksi besar-besaran hingga melakukan reformasi melalui berbagai kebijakan strategis.
4. Tahap resolusi
Tahap ini merupakan tahap penyembuhan, yakni saat organisasi mampu melalui krisis. Organisasi sudah dapat kembali melakukan operasional sebagaimana mestinya.
Peranan PR dalam manajemen krisis
v Menjebatani komunikasi antara perusahaan dengan publik
v Menjabarkan misi perusahaan lewat companny profile
v Menggunakan pers untuk publisitas
Peran pers dan media sosial di tengah krisis
Media sosial merupakan hal yang tidak asing lagi bagi setiap orang. Banyak manfaat yang dapat diambil dari penggunaannya. Bukan hanya sebagian orang tetapi pr juga mempunyai keterkaitan dengan media sosial. Apalagi jika perusahaan mengalami krisis, maka media sosial menjadi alat komunikasi dengan publik. Upaya yang dilakukan tentunya didukung dengan hadirnya media sosial yang terus berkembang. Media sosial merupakan sarana diseminasi informasi dan media interaksi yang digunakan oleh pr untuk berhubungan dengan publik. Banyak sekali pemanfaatan media sosial bagi pr di masa krisis yaitu sebagai identitas atau branding suatu perusahaan.
Komentar
Posting Komentar